Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Berita / Perilaku Aneh Rendra, si Penghina Nabi

Perilaku Aneh Rendra, si Penghina Nabi

Sabtu, 28 April 2018 20:33 WIB


Penghina Nabi saw diringkus Polisi (foto Kumparan)

DIALEKSIS.COM - Rendra Hadikurniawan (39) ditetapkan sebagai tersangka kasus penghinaan Nabi Muhammad saw, setelah banser GP Ansor melaporkan ke Polresta Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (26/4/2018).

Melalui satu  video yang memperlihatkan adegan dirinya menghina Nabi Muhammad, telah menbuat heboh publik. Entah apa yang dipikirkan Rendra ketika melakukan aksinya tersebut.

Atas perbuatannya itu, ia diringkus oleh pihak kepolisian dari rumahnya di wilayah Mojokerto, dengan pasal penghinaan. Publik yang geger bertanya-tanya terkait siapa sebenarnya sosok Rendra.

Ada sejumlah fakta mengejutkan di balik kasus ini. Sejumlah pihak menyebut Rendra mengalami gangguan kejiwaan, namun polisi tidak serta merta percaya. Polisi melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap Rendra. Polisi mencari tahu apa motif Rendra melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw. 

Pemuda yang diketahui kader Partai Demokrat itu memiliki perilaku unik. Hal itu dibenarkan Ketua RT Desa Gendangan Ali Yasin. Dia  membenarkan Rendra pernah menjadi salah satu warganya, dan sehari-hari, Rendra bertingkah layaknya warga biasa. 

Dikatakan, Rendra sering berinteraksi aktif dan minum kopi di warung dekat GOR perumahan. Namun, ia sering juga kedapatan berbicara 'unik'. "Kadang kala kalimat yang diucapkan didengar unik. Seperti bicara soal bakal ada gonjang ganjing dan tidak ada pemilu 2019. Kadang bicaranya itu unik," kata Ali dikutip dari Publisher kumparan, Jumat (27/4).

Rendra diketahui anak seorang anggota DPRD Sidoarjo, dan dia salah satu kader Partai Demokrat. Karena perbuatannya itu dia pun dipecat dari keanggotaan partai tersebut. Hal itu dibenarkan oleh sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Renville Antonio. Renville mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tidak sedap yang dilakukan kadernya dan langsung memberikan tindakan tegas dengan memecat pelaku.

"Iya benar. DPC Partai Demokrat Kabupaten Sidoarjo dan DPD Partai Demokrat Jatim telah menyerahkan kasus ini ke DPP Demokrat. DPP yang berwenang mencabut," ujar Renville.

Prilaku unik Rendra itu diduga akibat gangguan jiwa (gila). "Yang bersangkutan kabarnya memang mengalami gangguan kejiwaan berdasarkan informasi keluarganya. Tapi bagaimana pun tak seharusnya dia tak melakukan penghinaan demikian,” kata Renville.

Namun pihak kepolisian yang memeriksa Rendra mengatakan bahwa selama pemeriksaan belum ditemukan adanya indikasi Rendra mengalami gangguan kejiwaan.

"Kalau gila atau tidaknya itu nanti akan kita periksa selanjutnya. Yang penting sudah kita amankan pelaku dulu untuk diinterogasi penyidik," kata Kombes Frans Barung Mangera, Kabid Humas Polda Jatim. (online)


Editor :
Ampuh Devayan

Komentar Anda