Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Berita / Ketua Umum PPP: Amien Rais Bukan Allah

Ketua Umum PPP: Amien Rais Bukan Allah

Minggu, 15 April 2018 11:25 WIB


DIALEKSIS.COM -. Pernyataan Amien Rais (Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional) kembali menuai kontroversi. Baru-baru ini, dia menyebutkan, ada partai Allah dan partai setan. 

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mohammad Romahurmuziy, mengingatkan bahwa Amien hanya manusia biasa. Karenanya, tidak berhak untuk menyebut partai dengan sebutan tersebut. 

Bagi Romy yang hanya memiliki hak untuk itu hanya Allah SWT. "Yang tahu Partai Allah itu hanya Allah, bukan Amien Rais. Sama-sama ada Anya tapi Allah bukan Amien Rais," jelas Romy.

Romy meminta Amien Rais tidak mempolitisir masalah agama. Bahwa partai setan hanya ada di luar Indonesia, dan partai setan tidak berhak hidup di Indonesia. Karenanya, jangan kita melakukan simplifikasi, pengelompokan.

Ketua Umum PPP itu minta agar tidak memperkosa agama untuk kepentingan politik sesaat. "Saya cuma mau mengatakan kemenangan tidak harus dilakukan dgn cara seperti itu. Nanti malu sendiri kalau sudah dilakukan seperti itu kalah juga," tegas Romy.

Seperti diketahui Amien Rais dalam tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018) menyebut ada partai setan dan partai Allah.

Amien menyebutkan Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Gerindra sebagai partai yang membela Allah.

"Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbut syaithan," ujar Amien.

Dia juga mengatakan, orang-orang yang anti-Tuhan akan bergabung dengan partai besar yang disebut sebagai partai setan. Namun, tak dijelaskan partai-partai yang dimaksud.

Menurut Romahurmuziy, seharusnya makin bijak, tidak memancing polemik dan provokasi agitasi massa pemilih di tingkat bawah. Kalau mereka marah dan tidak mampu mengendalikan, maka yang repot adalah dia yang menyampaikan.

"Sudahlah, jangan memperkosa agama untuk kepentingan politik sesaat. Kan, kemarin agama dan simbol-simbolnya telah diperkosa selama proses politik yang berjalan belakangan ini dan sepertinya akan diulang," katanya di Hotel Patrajasa, Semarang, Jawa Tengah.

Dia menambahkan, bahwa yang tahu partai Allah atau bukan, hanya Allah saja, bukan Amien Rais. Sama-sama ada A-nya, tetapi bukan. Allah bukan Amien Rais," tukasnya.

Rommy menilai, apa yang dibuat Amien terlalu simplistik, karena yang disebut namanya partai Allah minimal asasnya Islam. 

"Jadi, kalau bukan Islam, bagaimana bisa disebut partai Allah. Ditanyakan saja, partai yang disebut tadi berasaskan Islam atau bukan, wong yang asasnya Islam saja belum tentu dikatakan partai Allah, apalagi yang bukan Islam," katanya.

Rommy kembali mengingatkan kemenangan tidak harus dilakukan dengan cara memainkan isu agama. Karena bila kalah, mereka akan malu sendiri. 

"Jangan sampai agama kalah, karena simbol-simbol itu sendiri. Jangan-jangan, nanti mereka enggak percaya lagi dengan simbol-simbolnya sendiri," ujarnya. (onlinenwes.com)


Editor :
Ampuh Devayan

Komentar Anda