Beranda / Berita / Aceh / Perusahaan asal Turki Tawarkan Investasi 1 Milyar USD untuk Geothermal Aceh

Perusahaan asal Turki Tawarkan Investasi 1 Milyar USD untuk Geothermal Aceh

Selasa, 03 April 2018 08:05 WIB

Font: Ukuran: - +


Foto: Biro Humas dan Protokol Sekda Aceh


Dialeksis.com, Banda Aceh - Hitay Holding menawarkan investasi senilai 1 Milyar USD atau sekitar 13 Triliyun Rupiah untuk menggarap proyek Geothermal sebesar 220 megawat di Gunong Guerudong, Bener Meriah.

Saat ini Perusahaan asal Turki tersebut tengah menunggu pengumuman pemenang tender dari Kementerian ESDM. Selain Hitay, tender tersebut diketahui juga diikuti oleh KS ORKA, perusahaan yang berasal dari Cina.

"Insya Alah kita akan segera menggarap proyek tersebut," ujar Mehmet Emin Hitay, Chairman Perusahan Hitay Holding Turki, usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf diruang rapatnya, Senin (02/04/2018).

"Kita tender 160 megawat, tapi kemungkinan potensi geothermal di Gunong Geurudong mencapai 220 megawat, jadi total investasi yang akan kita lakukan sekitar 1 Milyar Dollar," ujar  Mehmet

Mehmet mengatakan, pihaknya sudah empat kali datang ke Aceh untuk membahas rencana investasi proyek Goethermal Gunong Geurudong. Ia berterima kasih atas dukungan dari Pemerintah Aceh kepada Hitay Holding.

Pihak Hitay nantinya akan melakukan pengeboran 6 sumur untuk mendapatkan sumber energi geothermal dalam jangka waktu dua tahun.

Mehmet yakin, Gunong Geurudong mempunyai potensi energi yang sangat besar dan merupakan prospek investasi yang sangat menguntungkan untuk Hitay Holding serta bagi dunia investasi di Aceh.

Sementara itu, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dalam pertemuannya dengan Mehmet juga menawarkan berbagai peluang investasi lainnya.  Di antaranya, investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe, investasi dalam bidang perikanan, pertanian serta pariwisata.

Irwandi juga meminta Mehmet mengajak investor lainnya di Turki untuk berinvestasi di Aceh dalam berbagai bidang. (ris)

(Biro Humas dan Protokol Sekda Aceh)

Keyword:


Editor :
HARIS M

riset-JSI
Komentar Anda