Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Berita / Aceh / Besok, UIN Ar Raniry Gelar Diskusi Publik Isu Agama dalam Pemilu 2019

Besok, UIN Ar Raniry Gelar Diskusi Publik Isu Agama dalam Pemilu 2019

Rabu, 25 April 2018 11:32 WIB


DIALEKSIS.COM, Banda Aceh- Lembaga Seuramoe Budaya bekerjasama dengan Program Studi Sosiologi Agama UIN Ar-Raniry akan menggelar diskusi publik dengan tema “Isu Agama Dalam Pemilu/Pilpres 2019 dan Potensi Benturan dalam Masyarakat”. Acara tersebut akan dilaksanakan di Aula Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry, pada kamis 26 April 2018, pukul 08:.30 WIB sampai selesai.

Kegiatan ini akan menghadirkan tiga narasumber, masing-masing; Tgk. H. M. Faisal Ali (Ketua DPW NU Aceh dan Wakil Ketua MPU Aceh), H. Mutiara Fahmi, Lc., MA, (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry) dan Dr. Firdaus, M.Hum., MA, (Dosen Prodi Sosiologi Agama UIN Ar-Raniry). Masing-masing narasumber akan memaparkan materi, (1) Pandangan Ulama terhadap Penggunaan Isu Agama dalam Pemilu/Pilpres 2019, (2) Dampak Politisasi Agama dalam Pemilu/Pilpres 2019 terhadap berkembangnya radikalisme Masyarakat, dan (3) Potensi-potensi Benturan Akibat Penggunaan Isu Agama dalam Pemilu/Pilpres 2019.

Direktur Seuramoe Budaya Zahrul Fadhi, SS., MA, mengatakan kepada media ini, bahwa diskusi ini bertujuan untuk memetakan potensi benturan terkait dengan penggunaan isu agama dalam pemilu/pilpres 2019

“sekaligus juga berusaha menggali informasi, masukan dan pemikiran baru tentang bagaimana pola preventif dan penanganan terhadap benturan yang terjadi tersebut” ujar zahrul.

Menurut Zahrul, kajian agama dan politik di Indonesia terutama penggunaan isu agama dalam pemilu/pilpres 2019, harus menjadi kajian kelompok akademik agar tidak menjadi liar dan berdampak terhadap keutuhan bermasyarakat dan berbangsa.

“Selama ini suara kampus seakan tidak terdengar dalam membicarakan posisi agama dalam politik di Indonesia. Kampus kalah dengan suara politisi atau kelompok yang memiliki kepentingan politik” ungkapnya.

Zahrul juga menambahkan, jika kondisi seperti ini berlangsung lama, dikuatirkan akan terjadi benturan dan konflik dalam masyarakat. Menurutnya, hingga saat ini Islam mendapat citra negatif akibat bergulirnya isu agama yang dikaitkan dengan pemilu/pilpres 2019. Karena itu diperlukan kajian yang konfrehensif terhadap topik ini oleh kelompok akademis untuk mencari jalan keluar terhadap perpecahan dan konflik yang akan terjadi dalam masyarakat.

“dibutuhkan identifikasi yang konfrehensif terhadap pengunaan isu agama agar tidak terkesan sebagai usaha menghilangkan peran agama dalam politik di Indonesia. Karena bagaimanapun juga, dalam sejarah bangsa Indonesia, Islam dan kelompok Islam menjadi bagian yang menguatkan eksistensi dari Negara-bangsa ini”. (rel/RS)



Editor :
HARIS M

pelantikan pengurus PSC (TNI)
Komentar Anda